This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pendidikan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 20 Agustus 2011

TEMU AKBAR ALUMNI PROGRAM STUDI PENDIDIKAN SEJARAH FISE UNY DALAM RANGKA DIES NATALIS KE-46 FISE UNY


Dalam rangka peringatan Dies natalis FISE UNY ke-46, Jurusan Pendidikan Sejarah FISE UNY bekerjasama dengan Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah (HMPS) FISE UNY melaksanakan acara Temu Akbar Alumni Program Studi Pendidikan Sejarah.
            Hal ini dilatarbelakangi, selama berdirinya Program Studi Pendidikan Sejarah FISE UNY yang telah banyak meluluskan mahasiswa-mahasiswi yang memiliki keterampilan baik soft skill maupun hard skill. Dengan banyaknya alumni Pendidikan Sejarah FISE UNY yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, hal ini membuat kesulitan dalam berkomunikasi dan bersilahturahmi antar alumni. Untuk itulah perlu diadakan suatu kegiatan yang bisa mendekatkan seluruh alumni.
               Pelaksanaan acara ini, pada hari sabtu, tanggal 10 september 2011. Bertempat di Kampus FISE UNY Karangmalang, Gang Guru. Panitia mengharapkan partisipasi dan kedatangan seluruh alumni semua angkatan jurusan Pendidikan Sejarah FISE UNY. Panitia juga mohon bantuan untuk menyebarluaskan pemberitahuan/undangan ini kepada kawan-kawan alumni yang lain.
Dalam acara temu alumni nanti rencananya akan diadakan Seminar Nasional yang mengambil tema ”Pendidikan Sejarah sebagai Wahana Pembentukan Karakter Bangsa”. Pada acara temu alumni juga akan diadakan musyawarah untuk membentuk ikatan alumni Pendidikan Sejarah FISE UNY.
Selain itu, banyak acara-acara yang pastinya menimbulkan nostalgia dan menginspirasi. Terkait dengan kesiapan panitia, kami mohon agar dapat memberikan konfirmasi kehadirannya pada contact person yang telah kami sediakan. Info lebih lanjut dan konfirmasi kehadiran silakan menghubungi nomor berikut, 081392309665 (Nur Rokhman, M.Pd), 085228890259 (Dr. Aman, M.Pd) 085743608681 (Wasis) 081903161555 (Dicky). Terima Kasih. (Danu_SangPencerah)

PERLU DITINDAK TEGAS! (PUNGUTAN LIAR BAGI CALON SISWA BARU KETIKA PSB)

PERLU DITINDAK TEGAS!
Menjadi bangsa yang maju tentu merupakan cita-cita yang ingin dicapai oleh setiap negara di dunia. Untuk meraih predikat tersebut salah satu indikator pentingnya adalah pendidikan. Dengan kualitas pendidikan yang bermutu, suatu bangsa memiliki citra sebagai bangsa yang besar dan modern. Hal ini tentu berlaku juga bagi negara Indonesia.
Namun, sangat ironis rasanya melihat kondisi pendidikan Indonesia saat ini. Berbagai masalah timbul, salah satunya mahalnya biaya pendidikan. Seolah-olah pendidikan hanya untuk orang yang mampu “membayar”, sehingga tidak ada kesempatan bagi orang miskin untuk mewujudkan cita-cita. Seakan-akan tujuan dari pendidikan ini menjadikan orang miskin tetap miskin dengan kebodohan yang mereka miliki, begitu juga sebaliknya.
Sudah menjadi rahasia umum ketika musim penerimaan siswa baru (PSB) banyak ditemui pelanggaran yang dilakukan oleh pihak sekolah. Pelanggaran yang sering dijumpai adalah maraknya pungutan liar (pungli) yang dibebankan kepada peserta didik baru. Walaupun Kemendiknas melarang sekolah menarik sumbangan dalam bentuk dan dalih apapun pada siswa baru. Kenyataan dilapangan masih ditemukan bahwa sekolah melakukan pungutan kepada peserta didik baru. Ada beberapa alasan dari sekolah untuk menarik berbagai macam pungutan, diantaranya dengan dalih digunakan sebagai biaya pendaftaran, pengembangan gedung, seragam, buku pelajaran dan sebagainya.  
Besaran pungutan bervariasi, dari mulai 300 ribuan sampai jutaan. Bahkan untuk Rintisan sekolah Bertaraf Internasional (RSBI) SMP lebih tinggi lagi, bisa mencapai puluhan juta rupiah. Dampaknya, banyak anak pintar yang tersingkir, meskipun ada aturan RSBI harus menyediakan kursi 20 persen bagi anak miskin yang pandai.
Hal ini tentu menyalahi peraturan yang ada. Pendidikan dasar (SD dan SMP) merupakan pendidikan wajib dan konstitusi sudah menyatakan bebas biaya. Sehingga baik pemerintah daerah maupun pusat wajib merealisasikannya. Selain itu, kebijakan pungutan tidak mendukung program ‘Pendidikan Untuk Semua’ dan program wajib belajar 9 tahun yang digulirkan pemerintah.
Melihat fakta diatas, negara tidak boleh absen dalam permasalahan pendidikan. Pemerintah wajib memberikan sanksi yang tegas kepada sekolah yang melakukan pungutan kepada siswa baru. Hal ini disebabkan sesuai aturan yang ada, sekolah yang menerima Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dilarang melakukan pungutan. Semua pihak menanti tindakan konkret dari pemerintah sebagai pemangku kebijakan, untuk menyelesaikan maraknya pungutan bagi para siswa baru. Agar penyelewengan dan pelanggaran ini tidak terulang di kemudian hari.
Akhirnya, pendidikan pada hakekatnya merupakan salah satu hak asasi manusia yang melekat pada diri setiap warga dari suatu negara. Oleh karenanya semua orang berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan sama.

CERMIN BURUKNYA KONDISI PENDIDIKAN INDONESIA


Menjadi bangsa yang maju tentu merupakan cita-cita yang ingin dicapai oleh setiap negara di dunia. Untuk meraih predikat tersebut salah satu indikator pentingnya adalah pendidikan. Dengan kualitas pendidikan yang bermutu, suatu bangsa memiliki citra sebagai bangsa yang besar dan modern. Hal ini tentu berlaku juga bagi negara Indonesia. Namun, sangat ironis rasanya melihat kondisi pendidikan Indonesia saat ini. Berbagai masalah timbul, mulai dari kualitas sebagian besar pendidik yang masih rendah, sarana dan prasarana yang kurang memadai, mahalnya biaya pendidikan, dan kurikulum yang sering berubah-ubah.
Permasalahan lain yang terjadi pada dunia pendidikan kita akhir-akhir ini yang membuat kita menjadi miris adalah penurunan nilai-nilai budi pekerti di sekolah. Salah satunya nilai kejujuran, berupa contek massal dalam pelaksanaan Ujian Nasional (UN) yang terjadi disebuah sekolah dasar di kota Surabaya. Anak sekolah dasar yang semestinya diajarkan nilai-nilai kejujuran justru malah diajari sebaliknya oleh guru mereka sendiri. Ironi yang sangat menyakitkan ditengah harapan yang besar pada masa depan mereka. Hal tersebut mencerminkan buruknya kondisi pendidikan Indonesia.      
Oleh sebab itu perlu keterlibatan beberapa pihak untuk memperbaiki carut-marut kondisi pendidikan kita. Pertama keluarga, keluarga menjadi tempat awal dalam menanamkan nilai-nilai kepada anak. Mulai dari keluarga inilah anak dikenalkan dengan sikap-sikap terpuji seperti, kejujuran serta bohong itu dosa. Orang tua jangan sampai lepas tangan dalam mendidik buah hatinya. Orang tua harus berkontribusi dalam setiap perkembangan fisik maupun psikis anak.
Sekolah memegang peranan penting dalam memberikan pendidikan kepada anak. Sekolah harus mengajarkan dan melatihkan nilai dalam setiap aktifitas pembelajaran. Hal ini sangat penting karena setinggi apa pun pendidikan yang ditempuh oleh seseorang, tanpa nilai yang didapatnya, maka pendidikan hanya akan memberikan pengetahuan bukan pengajaran. Kita semua tentu tidak mengharapkan apa yang dikemukakan McLuhan dengan teori Pendulum-nya terbukti, yakni manusia yang cerdas otaknya namun rendah emosinya.
Masyarakat mempunyai kontribusi dalam memperbaiki pendidikan. Semua elemen masyarakat harus mendukung ditumbuhkembangkannya  sikap-sikap terpuji seperti toleransi, saling menghormati, tolong-menolong, kejujuran dan gotong royong dalam hubungan sehari-hari. Ibaratnya kehidupan bermasyarakat dijadikan  sarana mengaplikasikan nilai-nilai terpuji  yang telah didapat dikeluarga dan sekolah. Bukan malah masyarakat memerangi kejujuran yang diungkap salah satu warganya.
Pihak terakhir yang harus andil dalam memperbaiki pendidikan di Indonesia adalah pemerintah. Negara tidak boleh melupakan tugas dan perannya dalam membangun pendidikan. Dalam hal ini pemerintah sebagai pemangku kebijakan harus mengevaluasi Ujian Nasional(UN). Realita di lapangan membuktikan, UN yang harusnya dijadikan standar pendidikan malah menjadi momok bagi siswa, wali murid, dan sekolah. Mereka berusaha dengan berbagai cara melewati UN demi tujuan masing-masing. Siswa dan wali murid berstigma jika tidak lulus UN sama artinya dengan kiamat. Sehingga keluiusan UN diatas segalanya. Bagi sekolah, tingginya kelulusan meningkatkan nama baik sekolah, sekaligus menjadi ajang promosi. Hal tersebut tentu merupakan paradigma yang keliru.

Jumat, 24 Juni 2011

KETERLIBATAN SEMUA PIHAK DALAM MENGATASI KECELAKAAN LALULINTAS


Permasalahan transportasi khususnya transportasi darat merupakan permasalahan kompleks bangsa ini. Hal ini dikarenakan transportasi darat dalam hal ini jalan raya merupakan suatu sistem yang saling berhubungan. Mencari solusi terhadap permasalahan tersebut seperti mengurai benang kusut. Sehingga tidak salah, di negeri ini kecelakaan lalu lintas di jalan raya menjadi pembunuh no.3 setelah penyakit jantung dan stroke. Menjadi ironi karena beberapa masalah di jalan raya menimpa angkutan umum yang notabene merupakan alat transportasi massal.
Angkutan umum atau yang lebih dikenal dengan angkot, merupakan sarana yang memudahkan transportasi dalam kota maupun antar kota. Angkot menjadi salah satu penyebab tingginya angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Banyak sekali peristiwa kecelakaan lalulintas yang diakibatkan oleh angkot. Dari mulai sopir yang semaunya sendiri mengemudikan kendaraannya. Hingga kendaraan yang sudah tidak layak jalan. Angkutan umum tersebut sudah tua usianya, tetap dipaksakan beroperasi. Sehingga sangat rawan kecelakaan. Selain itu, dari segi kondisi bus terlihat berkarat dan kotor sehingga penumpang tidak nyaman berada didalam bus. Padahal angkot dipilih oleh sebagian kalangan, karena biaya yang terjangkau oleh sebagian besar kantong masyarakat kita.
Anggapan di masyarakat mengatakan angkot terkesan lebih menitikberatkan pada kepentingan bisnis, tanpa memperhatikan aspek-aspek lain, seperti kenyamanan dan keselamatan masyarakat selaku pengguna moda transportasi tersebut. Hal ini membuat masyarakat enggan menggunakan angkot sebagai sarana transpotasi penunjang aktifitasnya. Hal ini tentu berbanding terbalik dengan kampanye pemerintah kepada masyarakat untuk beralih menggunakan kendaraan umum daripada kendaraan pribadi, untuk mengurangi kemacetan dan menjaga lingkungan.
Oleh karenanya perlu partisipasi bersama dalam mengatasi masalah tersebut. Pertama, pemerintah dalam hal ini Dinas Perhubungan, perlu mengeluarkan kebijakan pengaturan usia angkot. Sehingga akan ada peremajaan angkot. Selain itu, pengawasan yang ketat melalui uji kelaikan kendaraan atau KIR itu benar-benar dijalankan dengan semestinya. Pengujian setiap enam bulan tersebut jangan ada manipulasi, kalau ada uang, kendaraan rusak pun dapat stempel layak jalan. Aparat dituntut kejujuran dan integritasnya karena dampak yang ditimbulkan akan sangat besar. Uji kelaikan yang dilaksanakan bisa menjadi sarana untuk menyeleksi angkot yang beroperasi di jalan.
Kedua, pengusaha atau perusahaan angkutan umum jangan memberi target setoran kepada sopir. Sistem inilah yang menjadi penyebab sopir ugal-ugalan di jalan raya, karena mereka harus kejar target jika tidak mereka akan nombok. Perusahaan harusnya mewajibkan sopir, mengutamakan kenyamanan dan keselamatan penumpang. Tidak kalah penting kesejahteraan sopir perlu ditingkatkan. Untuk ini perlu kerjasama antara pemerintah dan perusahaan angkot.  
Ketiga, sopir angkot harus timbul dalam dirinya kesadaran dan tanggung jawab ketika mengemudikan kendaraannya. Mereka harus sabar dan santun ketika di jalan dan berbagi tempat dengan pengguna jalan yang lain. Sopir angkot harus menyadari bahwa tugasnya sangat mulia yaitu membawa banyak orang yang akan beraktifitas dan bekerja untuk sampai ke tujuan sehingga timbul tanggung jawab moral sopir untuk mengutamakan keselamatan penumpang.  
Jika ketiga pihak diatas dapat menjalankan peran dan fungsinya serta saling bersinergi, impian untuk mempunyai transportasi massal yang nyaman dan aman dapat segera terwujud.









Senin, 23 Mei 2011

Sekolah Islam Terpadu Model sekolah masa depan

Pendidikan merupakan kebutuhan sepanjang hayat. Setiap manusia membutuhkan pendidikan, sampai kapan dan dimanapun ia berada. Pendidikan sangat penting artinya, sebab tanpa pendidikan manusia akan sulit berkembang dan bahkan akan terbelakang. Pendidikan juga memegang peranan penting bagi masa depan sebuah bangsa, tidak terkecuali bangsa Indonesia. Kondisi pendidikan di negara kita sekarang ini masih sangat memprihatinkan. Kualitas pendidikan di Indonesia sangat rendah dibandingkan dengan negara-negara dikawasan Asia Tenggara. Ini dibuktikan antara lain dengan data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan Manusia (Human Development Index), yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan, kesehatan, dan penghasilan per kepala yang menunjukkan, bahwa indeks pengembangan manusia Indonesia makin menurun. Di antara 174 negara di dunia, Indonesia menempati urutan ke-102 (1996), ke-99 (1997), ke-105 (1998), dan ke-109 (1999).
 Selain permasalahan kualitas, di masyarakat ditemui banyaknya permasalahan di kalangan remaja, seperti pergaulan bebas, narkoba dan kenakalan remaja yang lain. Selain’ beberapa masalah tersebut, ada masalah baru di dunia pendidikan kita, yaitu budaya individualisme dan hedonisme yang menjangkiti pelajar kita. Kalau mau ditelusuri lebih lanjut harus diakui dengan jujur, sistem pendidikan kita  saat ini adalah sistem yang sekular-materialistik. Walaupun hal ini dibantah, dengan argumentasi, UU Sisdiknas No. 20 tahun 2003 pasal 4 ayat 1 yang berbunyi, “Pendidikan nasional bertujuan membentuk manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak dan berbudi mulia, sehat, berilmu, cakap, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggungjawab terhadap kesejahteraan masyarakat dan tanah air.” Akan tetapi realitanya tidak demikian.
Melihat kompleksnya permasalahan pendidikan kita, penulis mencari model pendidikan yang tepat untuk mengatasinya. Penulis melihat dan mengamati fenomena yang timbul di masyarakat beberapa tahun belakangan ini. Fenomena tersebut adalah menjamurnya SIT (Sekolah Islam Terpadu). SIT terdiri dari SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu), SMPIT (Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu), SMAIT (Sekolah Menengah Atas Islam Terpadu), bahkan di beberapa SIT, ada kelas Play group dan tempat penitipan anak. Sistem sekolah ini Full day. Ketika melihat lebih dalam tentang sistem pembelajaran/kurikulum, SIT menerapkan kurikulum yang mengintegrasikan kecerdasan intelektual dan kecerdasan Spiritual secara seimbang.
Kurikulum SIT telah memperhatikan konsekwensi logis dari perkembangan era global, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan dan peristiwa yang terjadi di tengah masyarakat serta harapan tentang masyarakat dunia masa depan. “Komisi Internasional Untuk Pendidikan Abad Dua Puluh Satu” dalam laporannya ke UNESCO, mengajukan rumusan tentang empat pilar pendidikan yaitu: 1), Learning to live together: belajar untuk memahami dan menghormati orang lain, sejarah, budaya dan nilai-nilai agamanya. 2), Learning to know: penguasaan yang dalam dan luas akan bidang ilmu tertentu, termasuk di dalamnya learning to how. 3), Learning to do: belajar untuk mengaplikasi ilmu, bekerjasama dalam team, belajar memecahkan masalah dalam berbagai situasi. 4), Learning to be: belajar untuk dapat mandiri, menjadi manusia yang bertanggung jawab untuk mewujudkan tujuan bersama.
Keempat pilar pendidikan masa depan itu kemudian diterjemahkan ke dalam sistem pembelajaran SIT yang mampu membantu siswa-siswi mereka untuk menguasai kompetensi yang berguna bagi kehidupan di masa depan, yaitu: kompetensi keagamaan, kompetensi akademik, kompetensi ekonomi, dan kompetensi sosial pribadi. Semua aktivitas belajar di SIT berlandaskan kepada pencapaian tugas-tugas perkembangan dan prinsip-prinsip belajar yang meliputi hal-hal yang terkait dengan kerja kognitif, individual differences, motivasi, bakat dan kecenderungan, serta tata hubungan antar individu. Semua itu kemudian akan mempengaruhi pola dan model instruksional, class management, class assessment, media belajar dan sebagainya. 
SIT menjanjikan perbaikan masa depan karena sekolah memiliki paradigma pendidikan yang maju dan visioner. Pendidikan yang mampu menumbuhkan dan mengembangkan potensi dasar peserta didik yang memiliki sederet keunggulan kompetitif guna menghadapi segala tantangan ke depan. Pendidikan di SIT mampu melahirkan lulusan-lulusan yang memiliki karakter dan kemampuan sebagai berikut: 1), Memiliki pemahaman yang benar terhadap ajaran agamanya dan landasan keimanan dan ketaqwaan yang kokoh sebagai wujud dari kefahaman tersebut. 2), Kemampuan riset dan teknologi yang tepat. 3), Penguasaan bahasa international yang cakap. 4), Motivasi berprestasi dan Keterampilan belajar yang tinggi. 5), Kepemimpinan yang kuat. 6), Kesehatan yang prima. 6), Keterampilan hidup (life skill). 6), Memiliki etos kerja dan disiplin yang tinggi. 6), Kepedulian terhadap kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara”
Konsep pembelajaran di SIT memadukan secara harmonis dan seimbang antara apa yang disebut sebagai “ayatul qauliyah” berupa ajaran Al Qur’an dan Hadis Nabi yang suci sebagai petunjuk dan pedoman hidup (minhajul hayah) dan “ayatul kauniyah” berupa segala fenomena alam yang merupakan sunnatul kaun yang menjadi sarana dan fasilitas kehidupan (wasailul hayah). Dengan perpaduan yang harmonis dan seimbang maka SIT telah membebaskan dirinya dari keterjebakan arus “sekulerisasi kurkulum”, ataupun kejumudan dalam arus “sakralisasi kurikulum”.
Kelebihan lain dari SIT adalah SIT melibatkan peran serta guru, orangtua dan masyarakat sesuai dengan proporsinya. Artinya, sekolah merupakan lembaga melahirkan generasi yang berkualitas menjadi tanggung jawab bersama antara negara, sekolah, orangtua dan masyarakat. Pengelolaan sekolah efektif karena melibatkan peran serta keempat pihak tersebut, sesuai dengan peran dan fungsinya. Negara, dalam hal ini pemerintah, memberi dukungan, kemudahan dan perlindungan bagi terselenggaranya sekolah, Orangtua dapat memberi masukan, membantu memperkaya proses belajar, menjadi nara-sumber dan fasilitator dalam berbagai kegiatan sekolah. Masyarakat dapat membantu menyediakan sumber dan fasilitas belajar tambahan yang ada di luar sekolah.
Lingkungan yang baik juga merupakan salah satu nilai lebih bagi SIT. Lingkungan yang bersih, rapih, sehat dan nyaman merupakan syarat mutlak bagi sekolah Islam. Sekolah Islam seharusnya juga mampu menciptakan suasana pergaulan dan interaksi yang Islami: santun, saling menyayangi dan menghormati, saling melindungi dan saling berbagi. Cerminan sekolah Islam yang baik juga ditunjukkan oleh warganya yang tertib, disiplin dan rapih.
Dengan berbagai fakta diatas tidak salah penulis menarik kesimpulan bahwa SIT membawa secercah harapan bagi perbaikan dunia pendidikan di Indonesia. SIT menjadi model sekolah masa depan. Sekolah yang mampu memberi bekal kecerdasan intelektual dan spiritual bagi para muridnya dalam menghadapi tantangan zaman di era globalisasi.